Yup, awal mula memulai hidup di lingkungan baru itu rasanya selalu sama --> kikuk, bingung, pengennya cepet pulang, pegang hp terus sambil sms temen-temen lama. hahaha. Tapi mau tidak mau kita semua (sebagian besar lah) pasti mengalaminya, betul? Harus betul (maksa, :p). Itulah yang dinamakan adaptasi. Adaptasi secara singkat bisa diartikan bagaimana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal. Namun bagi manusia penyesuaian tersebut tidak hanya penyesuaian secara fisik, tapi juga mencakup penyesuain secara tingkah laku sosial.
Beradaptasi dengan kehidupan baru mungkin menimbulkan efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Sebagian orang merasa bahwa berkunjung atau merantau ke tempat yang baru adalah tantangan yang menyenangkan, tapi bagi sebagian yang lain, merantau adalah hal yang mengerikan. Hmm, luar biasa memang. Tapi, saya jamin, setelah beberapa lama di tempat baru, kita akan menemukan indahnya keunikan di sekitar kita, ceileee..
Monday, April 29, 2013
Friday, April 26, 2013
Suka Duka Tinggal di Kepulauan (Part I)
Hai Kawan, adakah yang sudah pernah ke Kepulauan? Selain Kepulauan Seribu lho yaa. Mungkin beberapa dari teman-teman ada yang memang sudah tinggal di Kabupaten yang bentuknya kepulauan, dan kabar gembiranya adalah...taarraraara..saya menyusul Anda, tinggal di Kepulauan juga.. :)), tepatnya Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah dalam rangka menyusul suami tercinta saya. Hmm, jangankan di kepulauan, ke ujung dunia pun saya rela ngikut kemana pun kau pergi kandaku.. ^^ #tsaaahh..
Yak, kita mulai dengan cerita yang enak-enak dulu. Awal kedatangan saya di sini, saya takjub sekali dengan keindahan alam di sini. Secara dari Jakarta yang padat, yang pemandangannya kendaraan bermotor dan gedung-gedung megah, kalo disuguhi alam perawan pasti melotot, girang banget liat yang seger-seger. Apalagi di kepulauan yang pemandangannya dobel, gunung bukit kaya' di Puncak Bogor ada pantai lautan pun ada. Hmm, saya pun merasa pasti bakalan betah di sini karena tiap hari bisa cuci mata gratis tiap hari. Liat laut bersih pengennya nyemplung berenaaanng, meski saya belum bisa berenang,,hehehhe. Saya kasi liat beberapa foto amatir dari kamera hp saya, saat rekreasi di Pantai Teduang, Pulau Peling, Banggai Kepulauan, indah yaa..
Siapa coba yang tidak suka lihat pemandangan kaya begini? Dari dulu memang pantai selalu menarik perhatian saya, meski saya ga bisa berenang, cuma berendam doang bisanya, hehehe. Oya, ada satu hal yang tidak bisa terlewatkan dari pantai, lihat sunset dan sunrise (susah kalo sunrise, kecuali kalo kita bermalam di situ :p). Tapi sayangnya saya ga pernah dapet momen apik itu. Dua kali pergi ke sana pas mendung, ga ada matahari, tapi suasana yang bagus untuk berenang, ga bikin gosong. ^^
Jadi, akhirnya setelah sekian lama saya tinggal di daerah pesisir tanpa pernah berani mencoba mencicipi airnya, saya baru mau berenang ketika sudah di kepulauan. Pasti tergoda untuk nyemplung kalo lihat airnya yang jernih dan bebas sampah, minimal ngerendam kaki, :p. Dan memang benar, saya yang dulunya tidak suka berenang, tiap minggu pengennya ke sanaaa terus. Sekaligus cuci mata (dalam arti yang sebenarnya, pake air laut, hahahaha).
Yak, kita mulai dengan cerita yang enak-enak dulu. Awal kedatangan saya di sini, saya takjub sekali dengan keindahan alam di sini. Secara dari Jakarta yang padat, yang pemandangannya kendaraan bermotor dan gedung-gedung megah, kalo disuguhi alam perawan pasti melotot, girang banget liat yang seger-seger. Apalagi di kepulauan yang pemandangannya dobel, gunung bukit kaya' di Puncak Bogor ada pantai lautan pun ada. Hmm, saya pun merasa pasti bakalan betah di sini karena tiap hari bisa cuci mata gratis tiap hari. Liat laut bersih pengennya nyemplung berenaaanng, meski saya belum bisa berenang,,hehehhe. Saya kasi liat beberapa foto amatir dari kamera hp saya, saat rekreasi di Pantai Teduang, Pulau Peling, Banggai Kepulauan, indah yaa..
Siapa coba yang tidak suka lihat pemandangan kaya begini? Dari dulu memang pantai selalu menarik perhatian saya, meski saya ga bisa berenang, cuma berendam doang bisanya, hehehe. Oya, ada satu hal yang tidak bisa terlewatkan dari pantai, lihat sunset dan sunrise (susah kalo sunrise, kecuali kalo kita bermalam di situ :p). Tapi sayangnya saya ga pernah dapet momen apik itu. Dua kali pergi ke sana pas mendung, ga ada matahari, tapi suasana yang bagus untuk berenang, ga bikin gosong. ^^
Jadi, akhirnya setelah sekian lama saya tinggal di daerah pesisir tanpa pernah berani mencoba mencicipi airnya, saya baru mau berenang ketika sudah di kepulauan. Pasti tergoda untuk nyemplung kalo lihat airnya yang jernih dan bebas sampah, minimal ngerendam kaki, :p. Dan memang benar, saya yang dulunya tidak suka berenang, tiap minggu pengennya ke sanaaa terus. Sekaligus cuci mata (dalam arti yang sebenarnya, pake air laut, hahahaha).
Subscribe to:
Comments (Atom)
