Tuesday, June 3, 2014

Menjalani Hidup di Perantauan (Jilid 2)



Ini tulisan harusnya udah taun lalu terbit. etapi baru sempet sekarang ngurusinnya. Hehe. Tak apalah, never too late for sharing story with you guys. Yup, setelah melewati 3 tahun masa-masa transisi (dari anak mami menjadi anak mandiri, :p), saya akhirnya siap jika suatu hari nanti saya akan tinggal lebih jaaaaaaaaauuuh lagi dari orang tua. Yang saya maksud di sini, setelah lulus SMA kan kuliah, nah ketika milih kuliah apa dan dimana ga harus yang satu kota ama orang tua. Setelah lulus kuliah, saya terpikir untuk kuliah yang banyak prakteknya supaya siap kerja. Dan pada awalnya pilihan saya jatuh pada #tereteteteeeettt…Politeknik Kesehatan D3 Kebidanan Malang! Selamat sudah menjadi pilihan saya!
Hmm, awal menjalani  ospek saya didera penyakit cacar air. Cuma semalam saja saya bertahan di asrama, selebihnya saya menyerah, minta dijemput dan tidak ikut ospek dan kuliah minggu pertama selama dua minggu. Di tulisan sebelumnya kan saya cerita bahwa saya juga ikut tes masuk STIS, nah saat di akhir-akhir masa penyembuhan, saya menjalani tes tahap III (tes kesehatan) di Surabaya. Baru seminggu saya mulai kuliah, keluarlah pengumuman bahwa saya lulus tes STIS. Galau kembali melanda. Telpon orang tua, diskusi sama kakak dan kakak ipar, diskusi sama mertuanya kakak, akhirnya diputuskan sebaiknya saya masuk STIS saja. Hmm, belum juga kuliah yang sebenarnya, udah keluar, hehehehe.